“Beginilah Indonesia Alaihi Salam (AS) ini..”
Hal inilah secara terus menerus diungkapkan dari bibir seorang seorang dosen yang menganggap kata-kata ini bagian dari lelucon dan sangat pesimistis terhadap negerinya ini.
Seorang doctor lulusan sebuah universitas yang dianggapnya sangat hebat karena berasal dari sebuah wilayah territorial Amerika Serikat ini, tak ubahnya memberikan banding-bandingan kepayahan rakyat Indonesia dengan kehebatan Amerika Serikat. Berbagai aspek Indonesia selalu di cemooh jika disandingkan dengan Amerika Serikat dan Eropa.
Berbagai keariafan lokal sebagai budaya warisan nusantara di setiap daerah juga hanya dijadikan lelucon dan dinilai tidak berlogika.
Ironis memang ketika ratusan juta rakyat Indonesia membutuhkan solusi dan langkah konkrit seorang akademisi, ahli dan pakar yang handal di berbagai bidang dalam menyelesaikan berbagai persoalan Kompleks negeri ini, sang dosen hanya mampu menjejali mahasiswanya dengan kata-kata pesimistis yang dianggapnya lucu.
Kepada rekan-rekanku seperjuangan…
Dengan cinta kepada Allah dan cinta kepada tanah airku ini, aku sangat menolak apa yang dilakukan oleh dosen seperti ini. Mungkin ilmuku belum sepandai sang dosen yang kerap sangat mengaggung-agungkan kemampuannya dengan menyebut dirinya “Brilliant”. Namun, aku bukanlah orang yang tidak bisa mendengar, melihat, dan berfikir tentang apa yang sangat mengganjal ditelingaku dan dihatiku. Indonesia perlu bantuan kita, Indonesia perlu pemikir yang positive dari kita bangkitlah dengan cinta kepada Allah dan Tanah Airmu.
Mungkin beliau menggap hal ini tidak berdasar tapi itulah realita sang dosen, marilah teman-teman sekalian berbagai tentang pengalaman dosen-dosen yang tidak memberikan pendidikan selayaknya kepada muridnya..


0 komentar:
Post a Comment